PENYULUHAN FINTECH SYARIAH DI YAYASAN INTEGRASI FILANTROFI ZISWAF

Authors

  • Lukman Hamdani Magister Manajemen Universitas YARSI
  • Hadiati Fitria Magister Manajemen Universitas YARSI

DOI:

https://doi.org/10.47686/qe9n9569

Abstract

Otoritas Jasa Keuangan kembali merilis daftar pinjaman online ilegal. Per bulan Juli 2023, jumlah mencapai 429 pinjaman online (pinjol) yang tidak terdaftar.CNBC,2023). Menurut BPS jumlah penduduk Indonesia mencapai 273.879.750 jiwa. Jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen Sementara generasi milenial mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen.Menurut hasil  Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia meningkat menjadi 49,68%. SNLIK ini mencakup 12.773 responden di 34 provinsi dan 67 kota/kabupaten dengan mempertimbangkan gender dan strata wilayah perkotaan/perdesaan (SNLIK OJK,2023).adapun metode pelksanaan yang dipakai dalam PKM ini yaitu terdiri 4 antara lain. Tahapan Survei awal.. Pembelajaran,,Implementasi dan Evaluasi.Hasil dari PKM ini yaitu dari 30 responden terdiri dari 28 perempuan dan 2 orang laki-laki, yang jenis pekerjaan bervariatif dari teknisi, wiraswasta, namun kebanyakan IRT, bahwa dari hasil pre test dan post test menunjukan ada kesenjangan GAP knowledge dan experience terkait fintech syariah di kampung cukang bungur,desa cipeucang, kec cileungsi, Kab Bogor.Maka dari itu Yayasan Integrasi Filantropi Ziswaf melalui Lembaga Wakaf Milenial terus mengembangkan aktivitas keuangan secara massif melalui edukasi, sosialisasi dan literasi bagi Masyarakat agar literasi meningkat dan Masyarakat sadar akan kebutuhan mengelola keuangannya.

Kata kunci: OJK, Literasi,Fintech Syariah, Yayasan Integrasi Filantropi Ziswaf

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-11-28