REKONSTRUKSI NILAI MANUSIA DALAM ORGANISASI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF POST-HUMAN CAPITAL
DOI:
https://doi.org/10.47686/qrtpt871Abstract
Transformasi digital dan praktik algorithmic management telah mengubah secara fundamental cara organisasi memaknai dan mengelola manusia. Meskipun konsep human capital telah berevolusi dari paradigma ekonomi klasik menuju pendekatan strategis dan digital, literatur arus utama masih didominasi oleh logika instrumental yang menempatkan manusia sebagai aset produktif yang diukur melalui kontribusi ekonomi dan metrik kinerja. Hingga kini, belum terdapat kerangka konseptual integratif yang merekonstruksi human capital dari perspektif ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam konteks organisasi digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paradigma Post-Human Capital melalui pendekatan integrative review yang diperkaya analisis genealogis dan diskursif kritis. Analisis menelusuri evolusi historis konsep human capital, praktik manajerial digital, serta diskursus organisasi kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi tidak secara otomatis menghumanisasi organisasi, tetapi berpotensi memperdalam reduksionisme melalui datafikasi dan objektivikasi pekerja. Sebagai kontribusi teoretis, penelitian ini merekonstruksi human capital ke dalam lima dimensi: human dignity capital, conscious capital, relational capital, cultural-ethical capital, dan digital identity capital. Paradigma ini memperluas pemahaman nilai manusia melampaui kapitalisasi ekonomi menuju kerangka multidimensional yang lebih reflektif, etis, dan berkelanjutan.